![]() |
Monyet maccaca yang sedang 'piknik' di halaman |
Selain terkenal karena tambang nikelnya, satu hal yang
menarik dari Sorowako adalah Danau Matano. Danau inilah yang mengalirkan
kehidupan untuk Sorowako dan sekitarnya. Digunakan sebagai sumber air,
pembangkit listrik, juga tempat wisata alias piknik. Danau Matano, konon
katanya adalah danau terdalam se-Asia Tenggara. Banyak kawasan pantainya yang
dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Istilah pantai di sini, maksudnya adalah
pesisir danau. Ada Pantai Ide, Pantai Kupu-Kupu, dan Pantai..aduh, yang saya lupa
namanya, yang dipakai untuk rafting dan berkano ria.
Yang paling umum dikunjungi orang, terutama dari luar
Sorowako adalah Pantai Ide. Pertama kali mengunjungi pantai ini, rasanya luar
biasa. Danau yang awalnya saya lihat dari dalam pesawat Indonesia Air terlihat
kebiruan, ternyata begitu tenang, bersih, serta beraroma romantis. Sayangnya belum
ada yang tertarik pakai lokasi ini sebagai tempat syuting layaknya film Laskar
Pelangi, atau drama korea. Yang hobi berenang pasti betah lama-lama di sini.
Airnya bersih. Yang takut dingin mending berenang siang-siang atau sore hari.
Agak anget hehehe. Ada ban-ban yang disewakan. Ukuran besar dan kecil, harga
sewanya kalau tidak salah 3-10 ribu. Oya, di sini orang-orang dewasa kalau
berenang kebanyakan pakai kostum yang relatif lebih sopan. [dibandingkan dengan wisata-wisata air yang
terkenal di kota-kota besar] Kebanyakan pakai baju kasual sehari-hari, bukan swimsuit. Mungkin karena budaya lokal,
atau memang kesadaran pribadi dan masyarakat pada umumnya. Entahlah, ..atau
karena ketidaktahuan saya saja heheh.
Dasar danau yang berpasir dan berlumpur keliatan jelas.
Ikan-ikan kecil yang berenang juga keliatan. Anak-anak kecil riuh berenang
bersama orang tuanya. Dalam hati saya berkata, “Hebat ya, kecil-kecil udah pada
pinter berenang. Saya saja yang udah kepala tiga masih pake gaya lama alias
gaya batu.” Hahahaha.
Bagi yang nggak bisa berenang nggak usah galau. Toh masih
bisa menikmati pemandangan sekitar. Bisa jalan-jalan di anjungan-anjungan yang
menjorok ke danau. Memotret pun jadi kegiatan seru. Atau berfoto-foto narsis
juga oke kok, asal jangan terlalu heboh saja, hihihi bisa mengganggu
pemandangan. Saya sarankan sih kalo mau narsis, kreatif dikit laah..jangan
sekedar monyong-monyongin mulut, ngeluarin lidah, atau apalah. Toh banyak pohon
besar yang mau dipeluk buat foto narsis bersama wkwkwkwkk. Seperti film India.
Sejauh mata memandang, yang tampak adalah air. Hehehe ya
iyalah, kan DANAU bukan emol [mall]. Sesekali terlihat katinting yang melintas.
Itu lho, perahu khas Danau Matano, untuk mengangkut orang dan kendaraan
menyeberang sampai ke Nuha. Di kejauhan nampak deretan pegunungan. Sungguh, eksotik sekali.
Ngomong-ngomong soal mall, di sini nggak ada mall.
Mall terdekat di kota Palopo yang berjarak 4-5 jam naik mobil. Atau di Makassar
yang hanya berjarak sekitar 1 jam naik pesawat jenis Fokker. Biayanya dong, Kakak…
yah, sesekali butuh juga piknik ke kota –yang ada mallnya. Kami kadang-kadang
ke kota, biasanya pas momen mudik ke Jawa. Maklum, kami perantau. Setiap ada
kesempatan cuti dan berlibur kami gunakan untuk besilaturahim dengan keluarga
dan berpiknik di kota. Piknik juga perlu lho, untuk kesegaran jiwa. Meski pun
kadang harus merogoh kocek lebih dalam, toh banyak hal yang bisa kita dapatkan. Selain kesenangan, tentunya dapat me-recharge semangat untuk menjalani rutinitas. Apalagi piknik dengan menempuh perjalanan jauh, tambah banyak lagi yang bisa kami dapatkan. Kami bisa mengajari anak-anak etika di perjalanan, sabar menunggu boarding, sabar menunggu jemputan, juga berlatih ketahanan fisik dan mental di jalan. Berat ya? Hihihi.. nggak lah, kan habis itu kami bersenang-senang bertemu sanak saudara, bernostalgia, melihat dan menikmati tempat-tempat yang berbeda dengan tempat tinggal kita. Asyik, bukan?
Bulan Mei tahun ini, saya senang sekali saat suami dapat
tugas dari kantornya untuk pelatihan di Bogor selama beberapa hari. Bisa numpang deh… Hihihi numpang hotel
maksudnya, untuk biaya lain-lain saya dan anak-anak ya ditanggung sendiri. Sekalian kami mudik ke Sukabumi, kampung mertua saya. Meskipun sering mudik ke Sukabumi, Bogor hanya kami
lewati. Jarang sekali bisa berpiknik di kota hujan ini. Pengalaman bertahun-tahun
pernah tinggal di Bogor, membuat saya excited sekali dengan beberapa rencana
piknik. Saya sudah
bayangkan mall. Sekedar jalan dan cuci mata pun nampak mengasyikkan. Kebun
raya dan Istana Bogor yang asri beserta rusa-rusanya. Rusa, bukan monyet liar seperti di Sorowako. Kampus yang hijau,
kenangan kami kuliah dulu. Cuci mata di distro-distro tas. Aneka macam kuliner
yang menggiurkan dan nggak ada di Sorowako.
Tapi…saat kami di Bogor, rencana tetaplah rencana, hanya
sekian persen yang terlaksana. Banyak faktor penyebabnya. Selain jadwal suami yang padat, ternyata saya pun kerepotan membawa dua anak plus satu bayi untuk
berkeliling sendiri di Bogor. Mana jalanan macet.. Belasan tahun lalu, nggak
semacet itu lho. Bogor sudah berubah! Bukan karena Negara Api sudah menyerang, tapi…deru pembangunan dan pertumbuhan penduduk
mungkin ikut andil untuk mengubahnya.
Akhirnya, mau bagaimana lagi, kami tetap menikmati kota
Bogor. Dengan nge-mall tentunya hihihi. Sampai rontok bulu kaki, eh..pegel kaki. Dan berjalan di trotoar sekitar pagar istana,
mengintip rusa-rusa yang berkeliaran. Melihat anak-anak yang gembira,saya pun
ikut senang. Sambil mencicipi martabak dan kue ape, saya pun bercerita tentang
kampus saya dulu, yang sebagian sudah berganti menjadi bangunan mall dan hotel.
Saya masih menyimpan angan, kelak kalau kami berkesempatan
liburan di Bogor, satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah mencicipi
kuliner secara lengkap dan menyeluruh. Asinan, toge goreng, roti unyil, segala
macam penganan dari talas, sop duren, bakso, kue ape, rujak..dan ah, tiba-tiba
saya berasa lapar. Di Sorowako nggak ada, Kakaaak. Hal berikutnya adalah berjalan-jalan
di kampus bersama anak-anak. Bernostalgia bersama suami, sekaligus bercerita
pada anak-anak. Lalu mengunjungi istana dan Kebun Raya Bogor. Waaaahh, kapan
ya?
**Tulisan ini diikutkan Lomba Blog Piknik itu Penting
6 komentar:
ituuu jembatan pantai ide danau motanonya bagus banget yaa! :D
Wqaah asyik banget ya tinggal di lingkungan yang masih asri seperti di Sorowako
Iya mbak, ada pemukiman-pemukiman yang masih asri di sini .. Seperti small town in the middle of jungle #halaaahh :D
Iya mbak, itu tumben bisa capture pas lengang gitu. Salam kenal, terima kasih sudah mampir blog saya :)
Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.
Hehe iya mbak, saya udah baca di blognya kalau pengumuman diundur. Makasih udah mampir :)
Posting Komentar