Kamis, 08 Maret 2012
Mengenang Seorang Kawan
Kepergianmu mengingatkan aku
pada jalan pulang
Melintas bayang narasi kemarin hari
Jejak-jejak yang masih basah
Menyimpan duka
Gerimis pagi. Mengurai sisa-sisa air mata
Kawan, entah kita bertemu kapan
meski selalu ada jalan pulang
mengakhiri musim penantian
(2001)
Rabu, 07 Maret 2012
Mengasuh Kaca Mata
Bertahun-tahun saya pake kacamata, sejak kelas 4 SD, tapi baru kali ini saya ngerti dan mau mengasuh kacamata dengan baik dan benar. Setidaknya peningkatan dari sebelum-sebelumnya. Ini tidak terlepas dari jasa mas google yang sudah mencarikan jawaban untuk pertanyaan saya.
Dan bisa saya simpulkan dari pengalaman dan beberapa tips yang pernah saya baca sbb:
1. jangan pernah ngasih kacamata kepada anak yang berusia di bawah dua tahun. Pengalaman membuktikan kacamata saya pernah dibanting sampai pecah berkeping. Dan pernah juga di patahin frame-nya tanpa diduga :D Kalo udah pecah/patah, terpaksa ganti baru. Nggak seperti bikin gemblong, proses ganti kaca mata baru perlu waktu lebih lama. Kadang bisa sampe seminggu atau dua minggu. Nah, di masa menunggu itu rasanya berjalan tapi ngambang (halaaah). Apalagi mata saya udah kategori parah rusaknya, jadi tanpa kaca mata nggak pede sama sekali untuk keluar rumah :p
Bukan karena penampilan, sueeer itu lebih karena saya hampir nggak bisa membedakan mana orang dan mana bayangan. Hihihiihii. Lagipula kalo seandainya saya berjalan lalu menginjak sesuatu yang samar tapi berbau tajam, nggak lucu kan?
2. hati-hati dan jangan sembarangan menyimpan kaca mata. Usahakan selalu menyimpan di dalam kotaknya. Menyimpan sembarangan selain susah untuk mencarinya, dikhawatirkan kaca mata bisa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama untuk menghindari KTKM (kekerasan terhadap kaca mata).
3. ngelap lensa yang bener, pake lap khusus kacamata. Jangan sekali-kali pake kain pel, lap gombal dan semacamnya. Waktu saya sekolah dulu punya kebiasaan menggunakan ujung lengan baju teman saya. :D Selain kurang steril, hal ini bisa memicu fitnah. Ada apa antara saya dan teman saya? Meskipun saya nggak bermaksud apa-apa selain numpang ngelap bentar.. Tapi siapa yang tahu kalo saya punya kebiasaan aneh begitu?
4. sebelum dilap tuangkan sedikit air di lensa untuk mengalirkan debu dan kotoran. Debu dan kotoran berpotensi menyebabkan goresan pada lensa. Ingat, air bersih ya.. bukan bekas cucian sepatu.
5. jangan dicuci sembarangan, kalo kena keringat dan terasa berminyak cukup dibasuh air plus sabun mandi dikiiiiit aja, digosok pake tangan. Harap menghindari sikat+spon cuci piring. :D
6. sayangi kaca mata. Kan belinya pake uang, nggak pake daun. Selalu teringat saat tanpa kaca mata, hidup ini galau rasanya.. hihihii, dari kepala pusing, krisis pede, sampe kadar kekerenan yang merosot drastis. Halaaah..
Ini memang bukan tips dari ahlinya, karena saya hanya pemakai kaca mata.
Tapi setidaknya saya berbagi pengalaman..Iya toh?
Dan bisa saya simpulkan dari pengalaman dan beberapa tips yang pernah saya baca sbb:
1. jangan pernah ngasih kacamata kepada anak yang berusia di bawah dua tahun. Pengalaman membuktikan kacamata saya pernah dibanting sampai pecah berkeping. Dan pernah juga di patahin frame-nya tanpa diduga :D Kalo udah pecah/patah, terpaksa ganti baru. Nggak seperti bikin gemblong, proses ganti kaca mata baru perlu waktu lebih lama. Kadang bisa sampe seminggu atau dua minggu. Nah, di masa menunggu itu rasanya berjalan tapi ngambang (halaaah). Apalagi mata saya udah kategori parah rusaknya, jadi tanpa kaca mata nggak pede sama sekali untuk keluar rumah :p
Bukan karena penampilan, sueeer itu lebih karena saya hampir nggak bisa membedakan mana orang dan mana bayangan. Hihihiihii. Lagipula kalo seandainya saya berjalan lalu menginjak sesuatu yang samar tapi berbau tajam, nggak lucu kan?
2. hati-hati dan jangan sembarangan menyimpan kaca mata. Usahakan selalu menyimpan di dalam kotaknya. Menyimpan sembarangan selain susah untuk mencarinya, dikhawatirkan kaca mata bisa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama untuk menghindari KTKM (kekerasan terhadap kaca mata).
3. ngelap lensa yang bener, pake lap khusus kacamata. Jangan sekali-kali pake kain pel, lap gombal dan semacamnya. Waktu saya sekolah dulu punya kebiasaan menggunakan ujung lengan baju teman saya. :D Selain kurang steril, hal ini bisa memicu fitnah. Ada apa antara saya dan teman saya? Meskipun saya nggak bermaksud apa-apa selain numpang ngelap bentar.. Tapi siapa yang tahu kalo saya punya kebiasaan aneh begitu?
4. sebelum dilap tuangkan sedikit air di lensa untuk mengalirkan debu dan kotoran. Debu dan kotoran berpotensi menyebabkan goresan pada lensa. Ingat, air bersih ya.. bukan bekas cucian sepatu.
5. jangan dicuci sembarangan, kalo kena keringat dan terasa berminyak cukup dibasuh air plus sabun mandi dikiiiiit aja, digosok pake tangan. Harap menghindari sikat+spon cuci piring. :D
6. sayangi kaca mata. Kan belinya pake uang, nggak pake daun. Selalu teringat saat tanpa kaca mata, hidup ini galau rasanya.. hihihii, dari kepala pusing, krisis pede, sampe kadar kekerenan yang merosot drastis. Halaaah..
Ini memang bukan tips dari ahlinya, karena saya hanya pemakai kaca mata.
Tapi setidaknya saya berbagi pengalaman..Iya toh?
Selasa, 06 Maret 2012
Ayakan Gajah
Ada yang inget tebakan "ayakan gajah"? Sueerr.. ini adalah tebakan paling ngawur yang pernah saya dengar. Pertama kali mendengarnya duluuuuuuuuuuu (dah lama banget sih, jadi 'u'nya panjang), saya ketawa sampe sakit perut.
Begini tebakannya (seingat saya):
"Ada banyak gajah, gimana cara misahin yang besar dan kecil dengan cepat?"
Jawabannya: diayak
(ini jawaban ngawur yang belum seberapa)
"Orang apa yang paling kuat?"
Jawabannya: orang yang ngayak gajah
(percayalah, sama halnya kebohongan, sekali ngawur pantang untuk mundur. Ngawur wannabe, dan terus saja ngawuuurrr..hahhaa)
"Pabrik apa yang paling besar?"
Jawabannya: pabrik ayakan gajah
(huahahaha, lama-lama saya bisa ikutan ngawur)
"Sarung apa yang paling lebar?"
Jawabannya : sarung cap Gajah Diayak
"Toko apa yang paling langka?"
Jawabannya: toko yang menyediakan peralatan dan perlengkapan ngayak gajah
Jadi saya menyimpulkan bahwa orang yang paling gokil dan ngawur salah satunya adalah yang bikin tebakan ayakan gajah. Orang ngawur, belum tentu bodoh. Justru tampak lebih kreatip dengan ngawur wannabe-nya.
Dan.. coba jawab tebakan saya.
"Gajah apa yang kurang kerjaan?"
Yaaa jawabannya adalah gajah yang mau diayak.
Aya-aya wae..
Begini tebakannya (seingat saya):
"Ada banyak gajah, gimana cara misahin yang besar dan kecil dengan cepat?"
Jawabannya: diayak
(ini jawaban ngawur yang belum seberapa)
"Orang apa yang paling kuat?"
Jawabannya: orang yang ngayak gajah
(percayalah, sama halnya kebohongan, sekali ngawur pantang untuk mundur. Ngawur wannabe, dan terus saja ngawuuurrr..hahhaa)
"Pabrik apa yang paling besar?"
Jawabannya: pabrik ayakan gajah
(huahahaha, lama-lama saya bisa ikutan ngawur)
"Sarung apa yang paling lebar?"
Jawabannya : sarung cap Gajah Diayak
"Toko apa yang paling langka?"
Jawabannya: toko yang menyediakan peralatan dan perlengkapan ngayak gajah
Jadi saya menyimpulkan bahwa orang yang paling gokil dan ngawur salah satunya adalah yang bikin tebakan ayakan gajah. Orang ngawur, belum tentu bodoh. Justru tampak lebih kreatip dengan ngawur wannabe-nya.
Dan.. coba jawab tebakan saya.
"Gajah apa yang kurang kerjaan?"
Yaaa jawabannya adalah gajah yang mau diayak.
Aya-aya wae..
Sabtu, 03 Maret 2012
Teletubbies
Siapa yang nggak kenal teletubbies? Hari giniii… :D
Buat yang belum kenal, yuk kenalan dulu. Teletubbies adalah
makhluk (entah dari spesies apa) warna-warni, yang konon katanya lucu. Warna
ungu namanya Tinky Winky. Warna hijau namanya Dipsy. Yang kuning Lala, trus
yang merah namanya Poo. Bukan hanya warna yang membedakannya, tapi juga bentuk antena yang
ada di kepala mereka.
“Di atas bukit yang jauh..teletubbies bermain-main..”
Yang bikin heran saya, kok mainnya jauh amat yak! Emaknya
mana, kok nggak nyariin. :p
Aneh. Atau anggap saja lucu, toh banyak anak yang suka
nonton itu termasuk anak-anak saya.
Teletubbies kalo ngomong diulang-ulang. Lebay? Entahlaaaahh..
:D
“Aa..ooo… aa..ooo… aaaaa….oooooooooooo!” Hallo, maksudnya. Sambil
bergaya dengan khas. Hihihihi anak saya yang kecil suka menirukannya. Melompat,
berlari-lari, berhitung..apa saja. Ya itu, dengan gaya dan intonasi berulang-ulang.
Kadang-kadaang sambil lari memutar-mutar, bolak-balik. Pusing? Entahlaaahhh… :D
Mereka juga hobi berpelukan.
“Berpelukaaaaaaaaannnn.” Hihihihihii..
“Lagi..lagi…lagiiiii.”
“Berpelukaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn.” Hihihii (halaaaaah)
Ada wajah bayi di matahari yang bersinar cerah. Ketawanya khas
dan bayi banget. Ngomong-ngomong ada yang tahu nggak, itu bayi siapa? :D
Teletubbies juga suka makan pudding tubbie. Ada yang tahu
resep bikinnya? Atau belinya dimana? Anak saya pernah meminta pudding tubbie sama
seperti yang dimakan Poo. Hahahaha.. masih untung nggak minta vacuum cleaner seperti Lulu, yang bisa
diajak bermain. Tapi Lulu nakal, kata Lala.
“Lulu nakal…lulu nakal..lulu nakal.”
“Zzzz..zzzzz….zzzzzz.” begitu saja jawaban Lulu.
Bagaimanapun, anak-anak suka menontonnya. Yupss, kelak jika
anak-anak saya udah pada besar, mereka pasti akan lebih mengenal Teletubbies,
lebih dari yang sekarang mereka pahami. Toh, teletubbies juga bakal
segitu-segitu saja. Masih berempat, gak berubah. Kelincinya belum ganti
generasi. Matahari, rumah, teleskop, bola, tas, skuter.. Kecuali, ada
Teletubbies versi baru. :D
“Saatnya tubbie berpisah…saaatnya tubbie berpisah..saatnya
tubbie berpisah.”
“Oooohh, tidaaaakkkk..” sahut teletubbies itu.
Hmmm…
Kamis, 01 Maret 2012
Merenung Sejenak (Fokus dan Bijak)
Lagi seneng dengerin lagu Glenn Fredly, itu lho yang
“Januari”, “Sedih Tak Berujung”, “Sekali Ini Saja”, sama apa lagi ya.. kayaknya
itu lagu pas Glenn lagi galau tingkat tinggi kali, ya.. hehehehe kegalauan yang
luar biasa sehingga bisa mewujud dalam lagu yang melloowww abisss. Dan menjadi
lagu hits andalan kala itu, terutama buat yang lagi galau ‘gue banget daaah’.
:D Padahal diliat dari judulnya udah agak sedikit lebay, ya iya lah mana ada
sih sedih yang tak berujung? Itu hanya ungkapan galau sesaat, akibat rasa
melankolis yang tinggi. Yaah, maklum sajalah orang galau itu gampang terbawa
perasaan. Hayooo ngaku! :p
Lagu itu mengingatkan ketika saya patah hati (*plaakkk!!) dulu.
Langganan:
Postingan (Atom)