Ternyata..oh ternyata kawasan wisata Danau Matano yang berada
di sekitaran kawasan sini dibagi 3 (tiga), yaitu Pantai A (Ide),
Pantai B, dan Pantai C (Salonsa).Eh, bener gak ya begitu?
Yang pertama kami kunjungi adalah Pantai Ide. Yang ada plangnya tulisannya kawasan wisata Danau Matano. Kalau dari
gerbang masuk PT INCO, lurusssss saja sampe ketemu pertigaan Jl. Jawa. Masuk ke Jl. Jawa, melewati sekolahan dan GOR lurussss dikit, nyampe deh Kawasan Wisata
Danau Matano, yang disini lazim disebut Pantai Ide.

![]() | |
Buah Permot |
Di sini jangan heran dengan area jogging track yang panjang dan jauh, yang juga difungsikan buat pejalan kaki dan yang bersepeda onthel. Sambil jalan-jalan kita bisa lihat penampakan eh pemandangan pepohonan tepat di sebelah jogging track.
Kalo kami sih sambil nyari-nyari buah-buahan liar. Permot (fermot) contohnya. Buahnya kecil, lebih kecil dari kelereng, kalo matang warnanya kuning, mirip-mirip markisa. Atau kersen/kersem, yang kalo matang warnanya kemerahan. Hehhehe asik juga.Sekalian nostalgia masa kecil.. :D
Sambil melihat-lihat deretan rumah-rumah panggung yang modern, nggak terasa jauhnya track yang kami lewati.. Hingga terasa kaki pegal-pegal. Kami sampai di lapangan basket. Lhoo?! Istirahat boo, kan ada lapangan rumput di sebelahnya, ada ayunan, jungkit-jungkitan dan panjat-panjatan. Kalo bawa anak-anak, baiknya singgah..hihihi pasti mereka suka.
Dari perumahan yang ada di dataran yang agak tinggi, danau terlihat jelas. Masih sama dengan kawasan danau sebelumnya, kesannya bersih, sejuk, dan teratur. Kalo yang di Pantai C (Salonsa) ini dasar danau yang di pinggir-pinggirnya nggak berlumpur. Mirip pantai di laut. Berpasir dan berbatu-batu kecil.
Banyak pohon untuk berteduh. Meski secara umumnya kawasan ini emang udah
sejuk, nggak panas seperti kawasan pantai. Hmmm…saya bayangkan seandainya saya
punya rumah pas di seberang jalan menghadap
pinggiran danau… Hehehehe, ngimpi dulu boleh kaaann??
Beneran deh, nggak bosen-bosennya main di danau yang bersih dan bening. Cuma ya itu, sangat disayangkan ulah sebagian pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan. Padahal jelas ada tempat sampah disediakan. “MARI BUDAYAKAN MALU UNTUK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN”
Tapi, anyway..pihak pengelola (dalam hal ini PT INCO, sekarang namanya Vale Indonesia) sangat concern dengan kebersihan dan keteraturan kawasan danau. Jadi kawasan danau ini sangat nyaman dikunjungi. Very recommended laaah!
Saya yang biasanya ngajak pulang duluan, malah keasikan
ciblon jadi nggak pulang-pulang. :D
Sambil nyari bukur/ kerang-kerang kecil di dasar danau. Atau
ngumpulin batu-batu berwarna-warni.
Yang punya daya jelajah tinggi bisa nyoba tuh berenang
menyeberang sampe Nuha. Tapi ingat, jangan coba-coba kalo bukan ahlinya. Hihi.
Yang mau berakit-rakit ke hulu, bisa tuh nyewa kayak, raft,
perahu dll.
Pokoknya asyik. Nggak bosen.
Duh, serasa welcome banget deh datang kesini…ngahahahaha.
Nggak terasa, saking asiknya main sampe capek, pulangnya masih harus jalan kaki, karena nggak ketemu ojek. Huaaaa, baru nyadar kalo kami tadi jalan kaki lebih dari dua kilometer jauhnya. Gabruukk!